Pages

My Beautiful and Ugly World Headline Animator

Showing posts with label j movie. Show all posts
Showing posts with label j movie. Show all posts

Tuesday, October 8, 2013

My Rainy Days



Love can turn your world upside down. Love is strength. Love is hope. Love is kindness. All these love meanings I found (again) when I watched My Rainy Days, a Japanese movie. I fell for its title the first time I saw it. Rainy days, I love rainy days (especially when I’m at home...kekekek). At first I thought this Japanese movie was all about sorrow and depression so I kind of postponing it, to watch it I mean. Well I was totally wrong. Black, grey, orange and pink, I could feel all these colours in it. Now let’s take a closer look on My Rainy Days.


Rio Ozawa had a very painful experience when she was 14 years old. It affected her so much. From this horrible experience of hers she came to think that it will be better if she’s the one who hurts others. At that same time, Kouki Ozawa was diagnosed with a deadly brain cancer. He then decided to live his life peacefully and died peacefully, in the end. These two people lived their life on their own way, until that funny destined meeting. Ozawa, their last name brought them together in an unthinkable way. A sweet meeting on a rainy day. Love at the first sight confirmed! Hahah.

The way these two Ozawa expressed their feelings to each other fascinated me. The aggresive, cheerful and daring approach by Rio and the timid, soft and awkward withdrawal by Kouki. It was predictable actually, but, I don’t know... it was so interesting and sweet and cute and warm. Rio found her brighter side because her love for Kouki. Kouki found his true happiness in his life because of Rio. Rio and Kouki, both of them, put a brighter colour to each other.

After so many tiring and daring approaches done by Rio and a kiss of approval from Kouki, they became lovers. Like other couples who were in love, they were so happy. Unfortunately, there was a big hole in this relationship. Kouki never told Rio about his sickness. He thought that his sickness was not a burden for Rio to bear. The story flows as I expected. They broke up (because of some boring reasons). Kouki left to die in peace. Rio was very sad and depressed because of this (well, of course). In the end, Rio found Kouki whereabouts. They met. Only then Rio get to know what was the reason behind Kouki’s acts. Finally they could tell their stories to each other honestly. Open up about everything. Rio succeeded in convincing Kouki to get the surgery to cure his cancer even though there was a very high possibility that he might lose all his memories. At the end of the movie, a rainy day, Rio once again met Kouki. A “new” Kouki. She tried to re-enact their first meeting. Well it worked! That sweet memory ticked Kouki’s brain (maybe a little). They end up hugging. The end.

The story was a very basic one though. A typical love story with a dying long-awaited lover. Sweet indeed. But the thing was that this movie could present this typical love story into something new to me. I’m not a fan of this kind of love story but I like My Rainy Days very much. The scenes were all unique. It felt like I was reading a novel. So beautiful... Both Rio and Kouki changed. They changed because of their love. Love changed them. Wow. 8,5 out of 10.

Saturday, March 10, 2012

[JMovie/Review] Nobody Knows (誰も知らない Dare mo shiranai)


"Ma... apa arti keberadaan kami untukmu...?"
Jika kamu ibu mereka...tegakah kamu menelantarkan mereka?!
Penelantaran anak. Itu tema besar yang diangkat film Jepang penyabet beberapa penghargaan bergengsi yang dibuat tahun 2004 ini. Ketika seorang wanita menganggap anak-anak yang dilahirkannya hanya akibat dari perbuatannya dan beban yang membuatnya tidak bahagia maka dengan gampangnya ia membuang mereka.
Naluri keibuan pun yang normalnya ada, hilang entah kemana. Film yang berdurasi cukup panjang ini tidak membuatnya menjadi tontonan yang menjemukan. Latar belakang cerita yang memang diangkat dari kasus nyata penelantaran anak di Tokyo, Jepang yang dikenal sebagai "Affair of the four abandoned children of Sugamo" berhasil membuatku "terpenjara" dalam pesona Nobody Knows.
Meskipun detail kejadian dan karakternya murni fiksi tapi kesan natural dan wajar yang disajikan film ini membuat penontonnya merasa benar-benar hidup bersama anak-anak yang diterlantarkan itu, menjalani hari-hari bersama mereka, berbagi kesedihan dan kebingungan yang sama. Acungan jempol buat Hirokazu Koreeda-san sang sutradara. Well, intro yang agak panjang ya... hahah
Okay! Sekarang saatnya mengenal Akira, kehidupan, dan keluarganya...

THE PLOT *SPOILER ALERT*
Keiko
Keluarga Fukushima baru pindah ke apartemen sewaan baru mereka. Seorang ibu muda, Keiko, dan anaknya yang bernama Akira. Tapi ternyata, anak dari keluarga Fukushima tidak hanya Akira, ada Kyoko,Yuki, Shigeru yang tidak diketahui keberadaannya oleh orang-orang di sekitar mereka. Akira diperkenalkan sebagai anak satu-satunya dari keluarga Fukushima.
Dalam proses pindahan mereka, Kyoko datang terpisah dengan kereta api dan menyelinap ke kamar apartemen pada malam hari. Sementara Shigeru dan Yuki diselundupkan memakai koper-koper berukuran besar bersama barang-barang pindahan yang lainnya.
Akira
Jadilah keluarga single mother dengan empat anak ini tinggal di kamar apartemen mereka yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk dua orang itu. Pada awalnya keluarga ini terlihat lumayan normal. Tetapi tak ada satu pun anak dari keluarga Fukushima yang bersekolah. Hanya Akira, anak tertua, yang bebas keluar masuk apartemen. Sementara ketiga adik Akira sama sekali tidak diperbolehkan keluar oleh Keiko.

Hari-hari awal di apartemen baru, mereka terlihat bahagia. Akira diberi tugas sebagai kepala keluarga dan Kyoko sebagai pengganti ibu mereka ketika sang ibu bekerja dari pagi hingga malam. Anak-anak ini menjalani hidup mereka di apartemen sempit ini sebaik yang mereka tahu. Ibu mereka mungkin berprofesi sebagai seorang wanita panggilan, karena Akira dan ketiga adiknya mempunyai ayah yang berbeda-beda.
Wua...Yuki keluar dari koper...

Saat Keiko mengaku pada Akira bahwa ia sedang berpacaran dengan seorang pria, dimulailah penderitaan keempat anak malang ini.
Suatu pagi ibu mereka tiba-tiba meninggalkan mereka selama berhari-hari. Memang ia meninggalkan sejumlah uang untuk keperluan keempat anaknya. Tapi kepergiannya yang sangat lama membuat Akira mendatangi orang yang kemungkinan besar merupakan ayah Yuki untuk meminta uang yang akan digunakan untuk bertahan hidup di hari-hari berikutnya.
Sang ibu, Keiko, akhirnya kembali pulang dengan membawa hadiah untuk keempat anaknya. Tapi ternyata kepulangannya tidak berlangsung lama. Ia kembali meninggalkan anak-anaknya dan berjanji akan kembali pada hari Natal.
Yak! Sekarang giliran Shigeru!!!

Tak ada kepulangan sang ibunda pada hari Natal. Kondisi keuangan pun semakin menipis. Akira semakin kebingungan dengan keadaan ini. Ia akhirnya mengetahui kalau ibunya sudah menikah dengan pria yang diceritakan padanya waktu itu. Dan Akira tahu bahwa ibunya tak akan pernah kembali. Tapi Akira tidak membiarkan ketiga adiknya tahu akan hal ini. Ia terus menguatkan diri dan menjalankan perannya sebaik-baiknya sebagai pengganti orang tua. Akira ingin memelihara kebahagiaan adik-adiknya, meskipun ia harus terus berbohong.
Ulang tahun Yuki tiba. Akira mengajaknya keluar karena Yuki terus merengek ingin menunggu ibu mereka di stasiun. Pengecualian ini adalah hadiah ulang tahun untuk Yuki.
Pemandangan menghangatkan hati yang takkan terlihat lagi
Di perjalanan pulang Akira berjanji pada Yuki suatu hari ia akan mengajaknya naik monorail ke bandar udara Haneda untuk melihat pesawat terbang.
Tawa lepas Akira
Akira keranjingan game. Dia berteman dengan 2 anak penggila game seumurannya. Seringkali teman-temannya ini datang ke rumahnya untuk bermain video game.
Akira mulai mengacuhkan adik-adiknya. Apartemen mereka semakin tidak terawat. Sampah menumpuk dimana-mana.
Tagihan gas, listrik, air, dan keperluan lainnya tidak lagi terperhatikan oleh Akira yang terlalu asik dengan dunianya sendiri. Suatu hari teman-temannya ini menantang Akira untuk mengutil. Akira menolak dan ia pun ditinggalkan oleh teman-temannya ini.
Saat Akira berusaha untuk mengajak kembali kedua temannya ini untuk bermain dengan mengunjungi mereka ke sekolah mereka, ia bertemu dengan Saki. Siswi yang dibully teman-temannya.
Akira akhirnya kembali ke perannya semula sebagai pengganti orang tua. Ia berusaha mencari pekerjaan, tapi peraturan di Jepang tidak memperbolehkan seseorang bekerja sebelum berumur 16 tahun. Ia menolak dikirim ke dinas kesejahteraan karena ia takut mereka berempat akan terpisah. Dirinya dan Kyoko bahu membahu dalam mengurus "keluarga" mereka.
Asik! Keluar rumah!!!
Suatu hari Akira mengajak ketiga adiknya keluar. Mereka pergi ke mini market dan membeli apa yang mereka mau dengan uang yang tersisa. Mereka menghabiskan banyak waktu diluar kamar apartemen mereka bersama-sama untuk pertama kalinya. Oleh-oleh dari perjalanan mereka hari itu adalah biji-bijian yang mereka temukan yang kemudian mereka tanam di cup-cup bekas ramen.

Ayo! Kita main!
Hal yang ditakutkan akhirnya terjadi. Aliran listrik, air dan gas ke kamar apartemen mereka diputus. Anak-anak ini mau tidak mau harus menumpang mandi, mengambil air, dan mencuci baju di toilet dan kran taman. Di taman inilah Saki sering berada pada jam-jam sekolah. Ia terus-terusan membolos setiap hari karena teman-temannya tak berhenti mem"bully"nya.
Hubungan Saki dan kakak beradik ini semakin dekat. Saki sering berkunjung ke kamar apartemen mereka dan merawat mereka. Akhirnya persediaan uang keempat anak ini sangat-sangat tipis. Mereka hidup dengan mengandalkan sushi-sushi sisa yang diberi oleh pramuniaga mini market setiap Akira berkunjung. Mengandalkan air yang mereka ambil dari taman untuk keperluan sehari-hari mereka. Ketika Saki menawarkan uang yang diperolehnya dengan menemani seorang pria berkaraoke Akira menolaknya dan menjauhinya.
Kyoko

Keadaan yang terus-menerus memburuk membuat empat bersaudara ini sering bertengkar. Suatu hari Akira yang sudah muak memutuskan untuk menenangkan diri keluar untuk bermain. Saat Akira menonton pertandingan baseball, tiba-tiba ia diajak untuk bergabung. Saat Akira sedang menikmati permainan baseballnya, Yuki terjatuh dari kursi saat sedang meraih sesuatu di apartemen mereka dan tak sadarkan diri.
Usaha Akira untuk menelepon ibunya dengan sisa uangnya berakhir sia-sia. Yuki akhirnya meninggal. Akira memutuskan kembali mendatangi Saki untuk meminjam uang. Uang yang didapatnya dibelikan Apollo Choco yang merupakan cemilan favorit Yuki.
Tubuh tak bernyawa Yuki dijejalkan ke dalam koper bersama boneka kelinci, sandal kesayangannya, dan berbungkus-bungkus Apollo Choco yang tadi dibeli Akira. Saki dan Akira menguburkan Yuki di lubang kubur yang mereka gali dengan tangan di lahan terbuka dekat bandar udara Haneda. Akira memenuhi janjinya pada Yuki meskipun Yuki sudah tidak bernyawa lagi.
Setelah kejadian yang sangat membuat mereka terpukul ini, mereka kembali menjalani hari-hari mereka seperti biasa. Berusaha terus menerima dan menjalani kehidupan dengan kepolosan mereka...

INTERESTING FACTS FROM WIKIPEDIA
Menurut sang sutradara, seperti yang sudah disebut di intro di atas, film ini didasarkan pada peristiwa nyata, meskipun yang diambil tidak keseluruhan ceritanya, tetapi hanya setting dan endingnya saja. Peristiwa nyatanya jauh lebih menyeramkan dari apa yang ditampilkan di filmnya.
Shigeru
Hirokazu Koreeda-san mendraft dan merevisi beberapa screenplay dalam waktu 15 tahun. Ia juga menghabiskan waktu yang sangat lama untuk mengenal subjeknya, dan juga ingin anak-anak yang berperan di film ini berinteraksi, tumbuh, dan mengekspresikan kepribadian mereka secara bebas, dengan sesedikit mungkin pendiktean dari orang dewasa. Pengambilan gambarnya dilakukan menggunakan kamera tersembunyi untuk benar-benar menunjukkan bagaimana anak-anak menjalani kehidupan mereka ketika tak ada seorang pun yang melihat. (Akting para aktor dan aktris cilik di film ini benar-benar natural dan sangat real sehingga terasa begitu dekat dengan diri kita dan kehidupan kita)
Yuki

Proses pengambilan gambar Nobody Knows memakan waktu satu tahun, dari musim gugur 2002 sampai musim panas 2003. Pengambilan gambar dilakukan secara kronologis dan 70% mengambil setting di apartemen sempit Tokyo (dimana setiap kamarnya dibangun secara khusus untuk keperluan film ini). Keseluruhan apartemen ini disewa secara khusus selama satu tahun untuk proses pengambilan gambar.

MY OPINION
Ibu pada dasarnya adalah seseorang yang berarti segalanya untuk setiap orang. Tapi apa jadinya ketika seorang ibu tidak memiliki rasa kasih sayang dan tanggung jawab yang selayaknya terhadap anak-anaknya?
Kasus penelantaran anak ini banyak terjadi karena tidak siapnya mental seorang wanita untuk mempunyai dan memelihara anak. Dia cenderung merasa anaknya adalah penghalang kebahagiaannya. Meskipun pada awalnya, dalam film ini, Keiko berhasil menjadi seorang ibu yang terbilang baik, tapi pada akhirnya, karena tumpukkan beban yang memang terasa terlalu berat untuk ditanggung seorang diri membuatnya ingin melarikan diri.
Makan malam kami tanpa ibu
Mencari kebahagiaannya sendiri dan meninggalkan anak-anaknya. Meskipun ia selalu mengirimkan uang kepada Akira (secara tidak teratur) untuk dipakai sehari-hari yang mungkin dianggapnya sudah memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu. Keiko lupa bahwa anak-anaknya membutuhkan kehadirannya untuk membimbing mereka, mengajari mereka, dan melimpahi mereka dengan kasih sayang, bukan hanya uang.
Nobody Knows benar-benar menyadarkan aku bahwa mempunyai anak adalah suatu keajaiban yang sangat besar yang melahirkan tanggung jawab yang luar biasa beratnya. Penelantaran yang diperlihatkan film ini mungkin memang bukan penelantaran penuh yang banyak dipraktekkan di Indonesia, tapi ini sudah lebih dari cukup untuk memberikan tamparan pada kita orang-orang dewasa.
Anak-anak tetaplah anak-anak. Tidak peduli dia dilahirkan dari seorang pelajar yang melakukan seks bebas, seorang wanita panggilan, seorang korban pemerkosaan, ataupun dari wanita-wanita lainnya dengan berbagai status dan kondisi. Mereka mempunyai hak yang sama. Mereka ingin bersama ibu mereka, dibimbing, disayangi. Penelantaran bukanlah jawaban, melainkan hanya sebuah pelarian dan keegoisan dari orang tua yang putus asa atau yang ingin mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Semoga perjuangan Akira dan adik-adiknya di film ini bisa menyentuh hati tiap penontonnya. Beratnya perjuangan mereka, kebingungan mereka, tekanan yang harus mereka terima karena mereka harus hidup dengan cara yang mereka pahami sebagai anak-anak, dan hari esok yang mungkin enggan mereka jalani.
Keputusan mereka untuk terus tetap hidup meskipun penuh dengan keterbatasan yang luar biasa. Juga semoga Akira dan adik-adiknya bisa memberi semangat pada anak-anak yang ditinggalkan orang tua mereka untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.
Akira, Kyoko, Shigeru, Yuki, arigatou...

*Rencananya di kesempatan berikutnya aku akan menerjemahkan artikel Wikipedia mengenai "Affair of the four abandoned children of Sugamo" untuk menunjukkan semengerikan apa peristiwa nyata yang menjadi latar belakang film ini.

Source: Nobody Knows Movie, Nobody Knows (2004 film) - Wikipedia, the free encyclopedia and Google Translate.

Friday, January 27, 2012

[JMovie/Review] Summer Wars (サマーウォーズ)

Welcome to The Land of OZ...

Siap menjelajah OZ?! Buat avatarmu sekarang!!! XD
Satu lagi movie keren garapan Madhouse yang bikin saya merinding! Setelah terkesan sangat dalam dengan The Girl Who Leapt Through Time saya kembali dibuat terpesona dengan J-Movie yang satu ini! Well... Summer Wars is not just another war...

Summer Wars
Theatrical Release Poster

Directed by         Mamoru Hosoda
Produced by         Nozomu Takahashi
                                Takuya Ito
                                Takashi Watanabe
                                Yuichiro Saito
Screenplay by Satoko Okudera
Story by                 Mamoru Hosoda
Starring                 Ryunosuke Kamiki
                                Nanami Sakuraba
                                Mitsuki Tanimura
                                Sumiko Fuji
Music by               Akihiko Matsumoto
Cinematography Yukihiro Masumoto
Art Directed by Youji Takeshige
Editing by            Shigeru Nishiyama
Studio                  Madhouse
Distributed by Warner Bros. Pictures
Release date(s) August 1, 2009
Running time     114 minutes
Country              Japan
Language          Japanese
Box office          US$18,353,560

The Plot
Kita belum kalah!
Selamat datang di OZ! Dunia virtual dimana semua orang bisa menikmati waktu mereka sesuka hati mereka! OZ bukan hanya dunia virtual biasa, tapi OZ adalah representasi dari dunia nyata kita. Lebih tepatnya OZ mengendalikan dunia! Semua sistem yang ada dapat dikendalikan dari OZ! Buat avatar sesukamu dari pilihan tak terhingga yang disediakan di OZ! Mau berbelanja, makan, minum, bayar pajak ataupun bertarung, semuanya bisa dilakukan disini! Kamu bisa mengakses OZ dari mana saja. Komputer, handphone, bahkan televisi! Dan yang paling hebat, di OZ kamu bisa berkomunikasi dengan siapa saja! Bahasa bukan lagi halangan!

Kenji Koiso, seorang murid SMA yang sangat jago dalam matematika bekerja sebagai part-timer moderator di OZ bersama temannya Takashi Sakuma.
Avatar Takashi dan Kenji di OZ
Di tengah musim panas mereka dikejutkan oleh tawaran "pekerjaan" dari Natsuki Shinohara. Mereka berdua tentu saja tertarik dengan tawaran ini. Tapi sayangnya Natsuki hanya membutuhkan satu orang. Akhirnya, setelah harus mengaku kalah dalam permainan kertas-gunting-batu, Takashi harus merelakan Kenji mengambil "pekerjaan" itu.
"Pekerjaan" yang ditawarkan Natsuki ternyata adalah berpura-pura menjadi tunangannya! Dia mengajak Kenji untuk menghadiri ulang tahun ke-90 dari nenek buyutnya, Sakae Jinnouchi, di Ueda.
I want to live in a place like this!!! XD
Setibanya di resort Klan Jinnouchi di Ueda, Kenji bertemu dengan kerabat-kerabat Natsuki yang... sangat banyak!
Makan malam bersama keluarga besar!^^
Klan Jinnouchi adalah keturunan dari samurai yang menantang Klan Tokugawa di tahun 1615. Disini Kenji juga bertemu dengan Kazuma Ikezawa, sepupu Natsuki yang belakangan diketahui adalah pemilik avatar keren yang bernama King Kazma, duelist handal di OZ.
Bocah keren! Hahah!

Avatarnya juga ga kalah keren kan? Hm...
Pertemuan keluarga ini dikejutkan dengan kehadiran Wabisuke Jinnouchi, seorang ahli komputer yang merupakan paman angkat Natsuki yang tinggal di Amerika selama 10 tahun. Natsuki ternyata naksir sama paman angkatnya ini! Kenji yang merasa tidak nyaman semenjak kedatangan Wabisuke (maklum...tugasnya kan jadi "tunangan" Natsuki) merasa menyesal datang ke pertemuan keluarga ini. Ketika Kenji sedang berusaha untuk tidur, dia tiba-tiba menerima pesan yang berisi deretan nomor dari seorang pengirim yang memintanya untuk memecahkan kode deretan nomor tersebut. Kenji dengan antusias memecahkan kode itu dan mengirim jawabannya. Pagi harinya, Kenji tiba-tiba dikejutkan dengan tuduhan dirinya yang menjadi pelaku kejahatan di televisi! Berita yang ditayangkan menyebutkan avatarnya di OZ menghack maintenance system OZ dan mengacaukan OZ! 
Avatar Kenji yang sudah di-hack
Kenji yang penasaran dengan apa yang terjadi menghubungi Takashi. Akhirnya diketahui bahwa kode yang diterima Kenji tadi malam adalah password (yang sebenarnya tidak mungkin untuk dipecahkan) ke maintenance server OZ dan seseorang menggunakannya untuk mengacaukan OZ! Takashi membantu Kenji untuk masuk ke OZ dengan menggunakan avatar yang ditemukannya. Setelah berhasil masuk ke OZ, Kenji langsung berkonfrontasi alias berbicara dengan avatarnya yang sudah di hack tersebut. Tapi akhirnya dia malah babak belur. Beruntung King Kazma hadir untuk membantu, disinilah pemilik avatar ini akhirnya diketahui (si bocah keren Kazuma!hahah) tapi akhirnya King Kazma pun kalah.
Love Machine yang sudah menelan banyak account OZ
Takashi akhirnya berhasil mengetahui jika yang menghack OZ adalah Love Machine, kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang memang diprogram untuk hacking.
Akhirnya keterlibatan Kenji diketahui oleh keluarga besar Natsuki, Kenji ditahan oleh Shota Jinnouchi, tapi akhirnya kembali lagi ke resort karena kemacetan yang luar biasa. Ternyata Love Machine terus menerus menimbulkan kekacauan yang semakin besar. Love Machine mengacaukan sistem lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa, mengacaukan GPS, juga sistem panggilan darurat dan masih banyak lagi. Infrastruktur OZ dikacaukan habis-habisan oleh Love Machine. Kekacauan luar biasa yang terjadi ini mengakibatkan banyak kerabat Natsuki yang terjebak dalam keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk pulang ke Ueda untuk merayakan ulang tahun Saeki Jinnouchi.
Saeki yang menyadari keadaan darurat ini sebagai perang langsung menghubungi kenalan-kenalannya yang sangat berpengaruh di Jepang dan juga para kerabatnya untuk memotivasi mereka untuk melakukan yang terbaik di tengah kekacauan yang merajalela ini. Melihat nenek buyut Natsuki yang berusaha keras ini Kenji menjadi lebih semangat untuk menaklukan Love Machine, dan akhirnya dia berhasil menstabilkan infrastruktur OZ. Kerabat-kerabat Natsuki pun akhirnya bisa datang ke Ueda.
Spoiler Alert!
Wabisuke akhirnya mengaku sebagai pencipta Love Machine dan dia sudah menjualnya pada pemerintah AS. Saeki menegur Wabisuke dengan sangat keras. Ini membuat Wabisuke memutuskan untuk meninggalkan resort.
Kenji diminta Saeki untuk menjaga Natsuki saat mereka memainkan Hanafuda Koi-Koi (permainan kartu tradisional jepang). Pagi hari setelah kejadian ini Saeki ditemukan telah meninggal. Ini membuat Klan Jinnouchi sangat sedih. Diketahui bahwa ternyata Saeki menderita angina dan selama ini kondisinya dipantau melalui OZ oleh anak tertuanya, Mansaku. Tapi akibat kekacauan di OZ yang ditimbulkan Love Machine, Mansaku tidak dapat memantau kondisi penyakit ibunya lagi karena monitor jantungnya di OZ telah dinonaktifkan.
Setelah masa berduka yang cukup singkat, Kenji dan banyak anggota Klan Jinnouchi memutuskan untuk mengalahkan Love Machine menggunakan taktik yang digunakan Klan Jinnouchi saat menghadapi Klan Tokugawa. Perlawanannya didukung oleh supercomputer berukuran sangat besar yang harus didinginkan oleh berbalok-balok es untuk menjaganya dari overheat. Mereka mengajak Love Machine bertarung dengan King Kazma dan akhirnya berhasil memerangkap Love Machine. Tapi sayang, karena supercomputer-nya tiba-tiba overheat (karena es-es batunya dipindahkan oleh Shota ke tempat pembaringan Saeki... XD) perangkap ini pun hancur berkeping-keping dan kurang lebih 400 juta account OZ diseluruh dunia akhirnya dikendalikan oleh Love Machine. Love Machine akhirnya mengendalikan Arawashi, satelite pengamat asteroid, untuk menabrak pembangkit tenaga nuklir. Di saat yang sama, Natsuki menemukan wasiat Saeki yang meminta Klan Jinnouchi menerima kembali Wabisuke di kehidupan mereka. Semua anggota Klan Jinnouchi yang menganggap ancaman Love Machine sebagai permainan belaka akhirnya sadar akan ancaman yang sangat serius yang ditimbulkan Love Machine. Dari sudut pandang Love Machine, yang dilakukannya mungkin hanya bermain, tapi bagi umat manusia di dunia, permainannya sangat menghancurkan. Kazuma yang berusaha untuk menghentikan Love Machine juga account-nya akhirnya dikuasai oleh Love Machine.

Love Machine yang mengendalikan 400 juta account termasuk King Kazma



Natsuki akhirnya berhasil menghubungi Wabisuke dan memintanya kembali.

Kenji mempunyai ide untuk mengambil alih account-account yang dikendalikan oleh Love Machine yaitu dengan mengajaknya memainkan Hanafuda Koi-Koi lewat avatar Natsuki dan seluruh Klan Jinnouchi.
Hanafuda Koi Koi
Sementara Love Machine dialihkan perhatiannya lewat permainan itu, Wabisuke berusaha untuk membongkar Love Machine. Natsuki menang berturut-turut dan berhasil merebut sebagian kecil account yang sudah dikendalikan, tapi karena konsentrasinya teralihkan, dia hampir saja kehilangan "kemenangan"nya.
Avatar Natsuki
Tapi dengan bantuan para pemilik account OZ yang tersisa diseluruh dunia, Natsuki berhasil mengambil alih seluruh account yang dikendalikan oleh Love Machine dan mengalahkan Love Machine.
Avatar Natsuki setelah di upgrade oleh OZ's Guardian Angel
Sisa-sisa yang tertinggal dari Love Machine akhirnya mengalihkan Arawashi untuk menabrak resort Klan Jinnouchi! Kenji berusaha untuk mengalihkan kode GPS Arawashi tapi terus-terusan gagal karena gangguan Love Machine. King Kazma, yang berhasil dipulihkan akhirnya bisa mengalahkan Love Machine sehingga Kenji bisa mengubah arah Arawashi di saat-saat terakhir! Beruntung Arawashi akhirnya bisa dialihkan dan hanya merusak sebagian kecil dari resort tersebut. Berkat tubrukan Arawashi mata air air panas mengalir deras di resort ini sekarang. Akhirnya pesta ulang tahun Saeki sekaligus perayaan kemenangan dari Love Machine berhasil diselenggarakan dan Kenji berhasil menyatakan cintanya pada Natsuki. XD

My Opinion
Meskipun awalnya tidak tertarik dengan J-Movie yang satu ini karena judulnya yang terkesan "biasa" akhirnya saya harus bertekuk lutut pada pesonanya. Hahah.
Gambar animasi yang ditampilkan sangat halus dan memukau. Didukung oleh musik yang mengalun indah. Madhouse memang benar-benar jago! Hoho...
Summer Wars menampilkan perpaduan yang sangat indah antara dunia virtual dan dunia analog. Mungkin suatu saat nanti dunia virtual seperti OZ akan benar-benar ada dan menjadi tempat yang sangat penting untuk seluruh manusia di dunia!
Ingin sekali rasanya benar-benar mempunyai account OZ! Kebebasan komunikasi yang ditawarkan membuat saya benar-benar terpana.
Masalah yang ditampilkan di movie ini yang bersumber dari dunia virtual yang berdampak hebat pada dunia analog saya harap bisa membuka mata orang yang menganggap remeh hal-hal seperti ini. Karena ancaman dari dunia virtual, seperti internet, bukanlah lelucon bahan tertawaan di dunia nyata.
Muatan tentang keluarga juga disampaikan dengan sangat menyentuh. Saya benar-benar terperangah dengan kedekatan Klan Jinnouchi. Keluarga besar yang sangat harmonis dan bisa berinteraksi secara wajar dan hangat antar anggota keluarganya. Terus terang hal ini membuat saya sangat iri terutama pada adegan makan malam bersama yang sangat ramai. Karena saat ini, kehangatan keluarga sulit untuk dirasakan meskipun dalam keluarga kecil.
Jelas sudah J-Movie yang satu ini sudah masuk dalam jajaran film-film terbaik yang pernah saya tonton.
Bagaimana readers? Tertarik untuk menjelajahi OZ di Summer Wars? ~.^

Source: Summer Wars - Wikipedia, the free encyclopedia and my personal archive.