Pages

My Beautiful and Ugly World Headline Animator

Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Tuesday, October 8, 2013

My Rainy Days



Love can turn your world upside down. Love is strength. Love is hope. Love is kindness. All these love meanings I found (again) when I watched My Rainy Days, a Japanese movie. I fell for its title the first time I saw it. Rainy days, I love rainy days (especially when I’m at home...kekekek). At first I thought this Japanese movie was all about sorrow and depression so I kind of postponing it, to watch it I mean. Well I was totally wrong. Black, grey, orange and pink, I could feel all these colours in it. Now let’s take a closer look on My Rainy Days.


Rio Ozawa had a very painful experience when she was 14 years old. It affected her so much. From this horrible experience of hers she came to think that it will be better if she’s the one who hurts others. At that same time, Kouki Ozawa was diagnosed with a deadly brain cancer. He then decided to live his life peacefully and died peacefully, in the end. These two people lived their life on their own way, until that funny destined meeting. Ozawa, their last name brought them together in an unthinkable way. A sweet meeting on a rainy day. Love at the first sight confirmed! Hahah.

The way these two Ozawa expressed their feelings to each other fascinated me. The aggresive, cheerful and daring approach by Rio and the timid, soft and awkward withdrawal by Kouki. It was predictable actually, but, I don’t know... it was so interesting and sweet and cute and warm. Rio found her brighter side because her love for Kouki. Kouki found his true happiness in his life because of Rio. Rio and Kouki, both of them, put a brighter colour to each other.

After so many tiring and daring approaches done by Rio and a kiss of approval from Kouki, they became lovers. Like other couples who were in love, they were so happy. Unfortunately, there was a big hole in this relationship. Kouki never told Rio about his sickness. He thought that his sickness was not a burden for Rio to bear. The story flows as I expected. They broke up (because of some boring reasons). Kouki left to die in peace. Rio was very sad and depressed because of this (well, of course). In the end, Rio found Kouki whereabouts. They met. Only then Rio get to know what was the reason behind Kouki’s acts. Finally they could tell their stories to each other honestly. Open up about everything. Rio succeeded in convincing Kouki to get the surgery to cure his cancer even though there was a very high possibility that he might lose all his memories. At the end of the movie, a rainy day, Rio once again met Kouki. A “new” Kouki. She tried to re-enact their first meeting. Well it worked! That sweet memory ticked Kouki’s brain (maybe a little). They end up hugging. The end.

The story was a very basic one though. A typical love story with a dying long-awaited lover. Sweet indeed. But the thing was that this movie could present this typical love story into something new to me. I’m not a fan of this kind of love story but I like My Rainy Days very much. The scenes were all unique. It felt like I was reading a novel. So beautiful... Both Rio and Kouki changed. They changed because of their love. Love changed them. Wow. 8,5 out of 10.

Saturday, March 10, 2012

[JMovie/Review] Nobody Knows (誰も知らない Dare mo shiranai)


"Ma... apa arti keberadaan kami untukmu...?"
Jika kamu ibu mereka...tegakah kamu menelantarkan mereka?!
Penelantaran anak. Itu tema besar yang diangkat film Jepang penyabet beberapa penghargaan bergengsi yang dibuat tahun 2004 ini. Ketika seorang wanita menganggap anak-anak yang dilahirkannya hanya akibat dari perbuatannya dan beban yang membuatnya tidak bahagia maka dengan gampangnya ia membuang mereka.
Naluri keibuan pun yang normalnya ada, hilang entah kemana. Film yang berdurasi cukup panjang ini tidak membuatnya menjadi tontonan yang menjemukan. Latar belakang cerita yang memang diangkat dari kasus nyata penelantaran anak di Tokyo, Jepang yang dikenal sebagai "Affair of the four abandoned children of Sugamo" berhasil membuatku "terpenjara" dalam pesona Nobody Knows.
Meskipun detail kejadian dan karakternya murni fiksi tapi kesan natural dan wajar yang disajikan film ini membuat penontonnya merasa benar-benar hidup bersama anak-anak yang diterlantarkan itu, menjalani hari-hari bersama mereka, berbagi kesedihan dan kebingungan yang sama. Acungan jempol buat Hirokazu Koreeda-san sang sutradara. Well, intro yang agak panjang ya... hahah
Okay! Sekarang saatnya mengenal Akira, kehidupan, dan keluarganya...

THE PLOT *SPOILER ALERT*
Keiko
Keluarga Fukushima baru pindah ke apartemen sewaan baru mereka. Seorang ibu muda, Keiko, dan anaknya yang bernama Akira. Tapi ternyata, anak dari keluarga Fukushima tidak hanya Akira, ada Kyoko,Yuki, Shigeru yang tidak diketahui keberadaannya oleh orang-orang di sekitar mereka. Akira diperkenalkan sebagai anak satu-satunya dari keluarga Fukushima.
Dalam proses pindahan mereka, Kyoko datang terpisah dengan kereta api dan menyelinap ke kamar apartemen pada malam hari. Sementara Shigeru dan Yuki diselundupkan memakai koper-koper berukuran besar bersama barang-barang pindahan yang lainnya.
Akira
Jadilah keluarga single mother dengan empat anak ini tinggal di kamar apartemen mereka yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk dua orang itu. Pada awalnya keluarga ini terlihat lumayan normal. Tetapi tak ada satu pun anak dari keluarga Fukushima yang bersekolah. Hanya Akira, anak tertua, yang bebas keluar masuk apartemen. Sementara ketiga adik Akira sama sekali tidak diperbolehkan keluar oleh Keiko.

Hari-hari awal di apartemen baru, mereka terlihat bahagia. Akira diberi tugas sebagai kepala keluarga dan Kyoko sebagai pengganti ibu mereka ketika sang ibu bekerja dari pagi hingga malam. Anak-anak ini menjalani hidup mereka di apartemen sempit ini sebaik yang mereka tahu. Ibu mereka mungkin berprofesi sebagai seorang wanita panggilan, karena Akira dan ketiga adiknya mempunyai ayah yang berbeda-beda.
Wua...Yuki keluar dari koper...

Saat Keiko mengaku pada Akira bahwa ia sedang berpacaran dengan seorang pria, dimulailah penderitaan keempat anak malang ini.
Suatu pagi ibu mereka tiba-tiba meninggalkan mereka selama berhari-hari. Memang ia meninggalkan sejumlah uang untuk keperluan keempat anaknya. Tapi kepergiannya yang sangat lama membuat Akira mendatangi orang yang kemungkinan besar merupakan ayah Yuki untuk meminta uang yang akan digunakan untuk bertahan hidup di hari-hari berikutnya.
Sang ibu, Keiko, akhirnya kembali pulang dengan membawa hadiah untuk keempat anaknya. Tapi ternyata kepulangannya tidak berlangsung lama. Ia kembali meninggalkan anak-anaknya dan berjanji akan kembali pada hari Natal.
Yak! Sekarang giliran Shigeru!!!

Tak ada kepulangan sang ibunda pada hari Natal. Kondisi keuangan pun semakin menipis. Akira semakin kebingungan dengan keadaan ini. Ia akhirnya mengetahui kalau ibunya sudah menikah dengan pria yang diceritakan padanya waktu itu. Dan Akira tahu bahwa ibunya tak akan pernah kembali. Tapi Akira tidak membiarkan ketiga adiknya tahu akan hal ini. Ia terus menguatkan diri dan menjalankan perannya sebaik-baiknya sebagai pengganti orang tua. Akira ingin memelihara kebahagiaan adik-adiknya, meskipun ia harus terus berbohong.
Ulang tahun Yuki tiba. Akira mengajaknya keluar karena Yuki terus merengek ingin menunggu ibu mereka di stasiun. Pengecualian ini adalah hadiah ulang tahun untuk Yuki.
Pemandangan menghangatkan hati yang takkan terlihat lagi
Di perjalanan pulang Akira berjanji pada Yuki suatu hari ia akan mengajaknya naik monorail ke bandar udara Haneda untuk melihat pesawat terbang.
Tawa lepas Akira
Akira keranjingan game. Dia berteman dengan 2 anak penggila game seumurannya. Seringkali teman-temannya ini datang ke rumahnya untuk bermain video game.
Akira mulai mengacuhkan adik-adiknya. Apartemen mereka semakin tidak terawat. Sampah menumpuk dimana-mana.
Tagihan gas, listrik, air, dan keperluan lainnya tidak lagi terperhatikan oleh Akira yang terlalu asik dengan dunianya sendiri. Suatu hari teman-temannya ini menantang Akira untuk mengutil. Akira menolak dan ia pun ditinggalkan oleh teman-temannya ini.
Saat Akira berusaha untuk mengajak kembali kedua temannya ini untuk bermain dengan mengunjungi mereka ke sekolah mereka, ia bertemu dengan Saki. Siswi yang dibully teman-temannya.
Akira akhirnya kembali ke perannya semula sebagai pengganti orang tua. Ia berusaha mencari pekerjaan, tapi peraturan di Jepang tidak memperbolehkan seseorang bekerja sebelum berumur 16 tahun. Ia menolak dikirim ke dinas kesejahteraan karena ia takut mereka berempat akan terpisah. Dirinya dan Kyoko bahu membahu dalam mengurus "keluarga" mereka.
Asik! Keluar rumah!!!
Suatu hari Akira mengajak ketiga adiknya keluar. Mereka pergi ke mini market dan membeli apa yang mereka mau dengan uang yang tersisa. Mereka menghabiskan banyak waktu diluar kamar apartemen mereka bersama-sama untuk pertama kalinya. Oleh-oleh dari perjalanan mereka hari itu adalah biji-bijian yang mereka temukan yang kemudian mereka tanam di cup-cup bekas ramen.

Ayo! Kita main!
Hal yang ditakutkan akhirnya terjadi. Aliran listrik, air dan gas ke kamar apartemen mereka diputus. Anak-anak ini mau tidak mau harus menumpang mandi, mengambil air, dan mencuci baju di toilet dan kran taman. Di taman inilah Saki sering berada pada jam-jam sekolah. Ia terus-terusan membolos setiap hari karena teman-temannya tak berhenti mem"bully"nya.
Hubungan Saki dan kakak beradik ini semakin dekat. Saki sering berkunjung ke kamar apartemen mereka dan merawat mereka. Akhirnya persediaan uang keempat anak ini sangat-sangat tipis. Mereka hidup dengan mengandalkan sushi-sushi sisa yang diberi oleh pramuniaga mini market setiap Akira berkunjung. Mengandalkan air yang mereka ambil dari taman untuk keperluan sehari-hari mereka. Ketika Saki menawarkan uang yang diperolehnya dengan menemani seorang pria berkaraoke Akira menolaknya dan menjauhinya.
Kyoko

Keadaan yang terus-menerus memburuk membuat empat bersaudara ini sering bertengkar. Suatu hari Akira yang sudah muak memutuskan untuk menenangkan diri keluar untuk bermain. Saat Akira menonton pertandingan baseball, tiba-tiba ia diajak untuk bergabung. Saat Akira sedang menikmati permainan baseballnya, Yuki terjatuh dari kursi saat sedang meraih sesuatu di apartemen mereka dan tak sadarkan diri.
Usaha Akira untuk menelepon ibunya dengan sisa uangnya berakhir sia-sia. Yuki akhirnya meninggal. Akira memutuskan kembali mendatangi Saki untuk meminjam uang. Uang yang didapatnya dibelikan Apollo Choco yang merupakan cemilan favorit Yuki.
Tubuh tak bernyawa Yuki dijejalkan ke dalam koper bersama boneka kelinci, sandal kesayangannya, dan berbungkus-bungkus Apollo Choco yang tadi dibeli Akira. Saki dan Akira menguburkan Yuki di lubang kubur yang mereka gali dengan tangan di lahan terbuka dekat bandar udara Haneda. Akira memenuhi janjinya pada Yuki meskipun Yuki sudah tidak bernyawa lagi.
Setelah kejadian yang sangat membuat mereka terpukul ini, mereka kembali menjalani hari-hari mereka seperti biasa. Berusaha terus menerima dan menjalani kehidupan dengan kepolosan mereka...

INTERESTING FACTS FROM WIKIPEDIA
Menurut sang sutradara, seperti yang sudah disebut di intro di atas, film ini didasarkan pada peristiwa nyata, meskipun yang diambil tidak keseluruhan ceritanya, tetapi hanya setting dan endingnya saja. Peristiwa nyatanya jauh lebih menyeramkan dari apa yang ditampilkan di filmnya.
Shigeru
Hirokazu Koreeda-san mendraft dan merevisi beberapa screenplay dalam waktu 15 tahun. Ia juga menghabiskan waktu yang sangat lama untuk mengenal subjeknya, dan juga ingin anak-anak yang berperan di film ini berinteraksi, tumbuh, dan mengekspresikan kepribadian mereka secara bebas, dengan sesedikit mungkin pendiktean dari orang dewasa. Pengambilan gambarnya dilakukan menggunakan kamera tersembunyi untuk benar-benar menunjukkan bagaimana anak-anak menjalani kehidupan mereka ketika tak ada seorang pun yang melihat. (Akting para aktor dan aktris cilik di film ini benar-benar natural dan sangat real sehingga terasa begitu dekat dengan diri kita dan kehidupan kita)
Yuki

Proses pengambilan gambar Nobody Knows memakan waktu satu tahun, dari musim gugur 2002 sampai musim panas 2003. Pengambilan gambar dilakukan secara kronologis dan 70% mengambil setting di apartemen sempit Tokyo (dimana setiap kamarnya dibangun secara khusus untuk keperluan film ini). Keseluruhan apartemen ini disewa secara khusus selama satu tahun untuk proses pengambilan gambar.

MY OPINION
Ibu pada dasarnya adalah seseorang yang berarti segalanya untuk setiap orang. Tapi apa jadinya ketika seorang ibu tidak memiliki rasa kasih sayang dan tanggung jawab yang selayaknya terhadap anak-anaknya?
Kasus penelantaran anak ini banyak terjadi karena tidak siapnya mental seorang wanita untuk mempunyai dan memelihara anak. Dia cenderung merasa anaknya adalah penghalang kebahagiaannya. Meskipun pada awalnya, dalam film ini, Keiko berhasil menjadi seorang ibu yang terbilang baik, tapi pada akhirnya, karena tumpukkan beban yang memang terasa terlalu berat untuk ditanggung seorang diri membuatnya ingin melarikan diri.
Makan malam kami tanpa ibu
Mencari kebahagiaannya sendiri dan meninggalkan anak-anaknya. Meskipun ia selalu mengirimkan uang kepada Akira (secara tidak teratur) untuk dipakai sehari-hari yang mungkin dianggapnya sudah memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu. Keiko lupa bahwa anak-anaknya membutuhkan kehadirannya untuk membimbing mereka, mengajari mereka, dan melimpahi mereka dengan kasih sayang, bukan hanya uang.
Nobody Knows benar-benar menyadarkan aku bahwa mempunyai anak adalah suatu keajaiban yang sangat besar yang melahirkan tanggung jawab yang luar biasa beratnya. Penelantaran yang diperlihatkan film ini mungkin memang bukan penelantaran penuh yang banyak dipraktekkan di Indonesia, tapi ini sudah lebih dari cukup untuk memberikan tamparan pada kita orang-orang dewasa.
Anak-anak tetaplah anak-anak. Tidak peduli dia dilahirkan dari seorang pelajar yang melakukan seks bebas, seorang wanita panggilan, seorang korban pemerkosaan, ataupun dari wanita-wanita lainnya dengan berbagai status dan kondisi. Mereka mempunyai hak yang sama. Mereka ingin bersama ibu mereka, dibimbing, disayangi. Penelantaran bukanlah jawaban, melainkan hanya sebuah pelarian dan keegoisan dari orang tua yang putus asa atau yang ingin mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Semoga perjuangan Akira dan adik-adiknya di film ini bisa menyentuh hati tiap penontonnya. Beratnya perjuangan mereka, kebingungan mereka, tekanan yang harus mereka terima karena mereka harus hidup dengan cara yang mereka pahami sebagai anak-anak, dan hari esok yang mungkin enggan mereka jalani.
Keputusan mereka untuk terus tetap hidup meskipun penuh dengan keterbatasan yang luar biasa. Juga semoga Akira dan adik-adiknya bisa memberi semangat pada anak-anak yang ditinggalkan orang tua mereka untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.
Akira, Kyoko, Shigeru, Yuki, arigatou...

*Rencananya di kesempatan berikutnya aku akan menerjemahkan artikel Wikipedia mengenai "Affair of the four abandoned children of Sugamo" untuk menunjukkan semengerikan apa peristiwa nyata yang menjadi latar belakang film ini.

Source: Nobody Knows Movie, Nobody Knows (2004 film) - Wikipedia, the free encyclopedia and Google Translate.

Friday, March 2, 2012

[AnimeReview] Aoi Bungaku Series (青い文学シリーズ: Blue Literature)


"The masterpiece are Blue"

Seeing the main characters worry, grieve and acts remind us to ourselves. Furthemore, they remind us that our days are filled with pain and life. Something we tend to forget about.

It is not anime for children!!!

Melihat kehidupan dari sudut pandang karya-karya sastra modern klasik Jepang benar-benar sesuatu penemuan yang luar biasa untukku. Nurani, cara berpikir dan cara menjalani kehidupan yang belum pernah terbayangkan. Melihat kehidupan lebih dalam lagi.
Semoga review ini bisa mewakili kekagumanku yang luar biasa terhadap karya-karya sastra yang ditampilkan dalam anime Aoi Bungaku.

Aoi Bungaku Series adalah tv series anime yang terdiri dari 6 karya-karya sastra modern klasik Jepang. Aku akan menyajikan apa yang ada dalam karya-karya tersebut sesuai dengan sudut pandangku. Yeap! Here we go!

SPOILER ALERT!!!

No Longer Human/Ningen Shikkaku (Episodes 1-4)

"I've lived my life in shame. I have no idea what a human life is."
Oba Yozo

Ningen Shikkaku adalah karya Dazai Osamu yang diterbitkan pada bulan Juni 1948. Karya ini dicetak lebih dari sepuluh juta kopi dan telah diabadikan sebagai karya sastra yang paling banyak dibaca di Jepang. Osamu Dazai sendiri meninggal tak lama setelah karya ini diterbitkan. Ia bunuh diri.
Oba Yozo, seorang remaja yang tidak bisa memahami banyak hal dalam kehidupannya. Semenjak dirinya kecil, dia sudah mengalami banyak trauma sehingga dia mempunyai ketakutan yang sangat besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Perasaan inilah yang membuatnya memutuskan untuk menjadi seorang "badut" yang menyenangkan hati orang lain untuk diakui keberadaannya.
Dalam suatu titik kehidupannya dia sudah merasa tidak ada gunanya untuk hidup dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri ganda bersama Tsuneko, wanita penghibur yang baru ditemuinya. Tapi sayangnya Yozo berhasil bertahan hidup dan ini membuat dirinya merasa telah membunuh Tsuneko.
Insiden bunuh diri ganda yang gagal ini menarik perhatian dari media massa. Yozo diasingkan oleh keluarganya dan dipaksa untuk tidak keluar dari kamar kontrakkannya. Akibat pengurungan ini Yozo semakin depresi dan melarikan diri dari kontrakkannya itu. Dia bertemu dengan Shizuko, seorang reporter yang merupakan ibu satu anak yang pada awalnya ditugaskan untuk mewawancarainya.
Yozo akhirnya tinggal bersama Shizuko dan anaknya. Disana dia kembali mencoba untuk hidup sebagai "manusia". Dengan dukungan dari Shizuko, Yozo memutuskan untuk menjadi seorang komikus. Untuk sementara waktu, dia bisa menikmati apa rasanya kehidupan "normal" di rumah Shizuko. Tapi sayang, kehidupan "tentram"nya ini kembali diganggu oleh apa yang orang-orang sekitarnya katakan sebagai tuntutan masyarakat.
Yozo mengalami kebingungan luar biasa ketika ternyata masyarakat malah menginginkan dirinya menjadi seorang "monster". Dia terjatuh dalam kecanduan yang luar biasa pada minuman keras, rokok, dan wanita. Yozo bahkan meminta maaf telah hadir di dunia dalam monolognya. Yozo beralih lagi ke pelukan wanita lain setelah putus dengan Shizuko. Wanita yang satu ini,Yoshiko, dinikahinya. Lagi-lagi Yozo merasa dirinya bisa menjalani kehidupannya dengan "normal".
Tapi pada kenyataannya dia terus-terusan diseret oleh keinginan masyarakat yang ingin memandangnya sebagai "monster". Meskipun Yozo mengatakan dia menjalani kehidupannya dengan "normal" tapi dia mencari uang dengan menuangkan cerita kehidupannya dalam komik-komik yang berbau erotis. Yozo tak bisa melarikan diri dari kehidupannya sebagai "badut" masyarakat. Dia akhirnya merasakan satu lagi neraka dalam kehidupannya, editornya memperkosa istrinya di depan matanya.
Yoshiko terasa sangat kotor untuk Yozo. Tekanan yang diberikan Yozo membuat Yoshiko mencoba untuk bunuh diri, tapi berhasil digagalkan oleh Yozo. Yozo akhirnya mencoba membunuh dirinya kembali, dan, terselamatkan kembali. Dia terus tenggelam dalam depresinya, keputusasaannya untuk menjalani hidup sebagai "manusia", dan penyakit yang dideritanya akibat kecanduan alkoholnya yang luar biasa. Yozo menderita di sisa hidupnya... sendirian...
"Because the world is not kind to women"

In the Woods Beneath the Cherry Blossom in full Bloom/Sakura no Mori no Mankai no Shita (Episodes 5-6)

"A woman's wish is like a bird flying in a straight line. The never ending repetition of light and darkness! It's endless!"
Is she...a devil?

Karya dari Ango Sakaguchi yang diterbitkan di tahun 1947. Dalam karyanya ini Ango menggambarkan kengeriannya akan bunga sakura yang dianggap indah oleh banyak orang.
Tinggal di gunung yang tinggi dengan banyak sekali istri. Shigemaru menjalani hidupnya dengan sangat enerjik sebagai seorang bandit gunung. Tapi ada satu hal yang sangat ditakutinya: saat dimana bunga sakura sedang bermekaran. Suatu hari Shigemaru bertemu dengan seorang wanita yang mampu membuatnya menjadi gila.
Shigemaru memutuskan menjadikan wanita itu sebagai istri terbarunya. Wanita itu ternyata bukan wanita biasa. Dia berhasil menyuruh Shigemaru untuk membunuh istri-istrinya yang lain dan hanya menyisakan satu untuk menjadi pembantu istri terbarunya ini. Shigemaru lalu menyadari apa yang dirasakannya ketika bersama wanita ini adalah saat ketika dirinya berada di sekitar pohon bunga sakura ketika bunganya sedang bermekaran.
Shigemaru menjadi budak istri barunya ini. Karena istrinya ini tidak suka dengan gunung, maka ia mengajak Shigemaru untuk pindah ke kota. Pada awalnya Shigemaru tentu menolak, tapi akhirnya dia menuruti keinginan istrinya untuk pindah ke kota. Disana Shigemaru tidak merasa nyaman sama sekali. Dia merasa sangat kerepotan harus hidup diantara banyak orang di kota. Dia merasa takut dan malu juga merasa kota terlalu berisik.
Ternyata kegilaan istrinya ini semakin menjadi ketika mereka hidup di kota. Dia gemar mengumpulkan kepala orang-orang!!! Shigemaru tidak punya pilihan lain selain terus-menerus membunuh warga kota dan memenggal kepala mereka untuk dihadiahkan kepada istrinya. Kegilaan ini terus dan terus berlanjut. Akhirnya Shigemaru merasa muak dan memutuskan untuk kembali ke gunung. Sang istri baru memaksa ikut dengannya.
Sayangnya, ketika ia sampai di gunung, bunga sakura sedang bermekaran. Di bawah bunga sakura yang bermekaran, terungkaplah wujud istri baru Shigemaru yang sebenarnya...

Kokoro (Episodes 7-8)

"Winter this year was warm"
The rain of destruction

Diterbitkan tahun 1914, Karya Natsume Soseki. Dalam Kokoro Soseki menggambarkan kesulitan-kesulitan dalam nilai moral dan egoisme.
Hubungan unik yang dibangun seseorang yang mempelajari ilmu agama dan yang mempelajari pengetahuan umum ternyata tidak bisa membuat prasangka menjauh. Pria ini disebut Sensei. Dia mempunyai kenalan yang disebutnya K. K adalah seorang budhis yang sangat rajin mempelajari ajaran yang dia sebut jalanNya. Sensei mengajak K yang diusir oleh keluarga angkatnya untuk tinggal bersamanya.
Sensei berpikir K tidak akan melakukan hal-hal yang bisa dilakukan pria lain pada pemilik tempat ia tinggal dan putrinya, karena K terlihat tidak peduli dengan urusan duniawi. Tapi ternyata kenyataan berkata lain. K jatuh cinta pada putri pemilik kontrakan itu. Sensei yang tidak bisa menerima hal ini terus menerus menumpuk prasangka buruknya pada K. Pemilik kontrakan yang tidak setuju jika anaknya bersama K memutuskan untuk menikahkan putrinya dengan Sensei tanpa persetujuan putrinya yang juga ternyata mencintai K.
Mengetahui hal ini, K memutuskan untuk bunuh diri. Meskipun akhirnya Sensei bisa menikahi putri pemilik kontrakan itu, kebahagiaan sejati sepertinya tak akan pernah menghampirinya. Cerita tentang pengkhianatan dan bunuh diri yang satu ini kembali diceritakan dari sudut pandang K. Sudut pandang yang baru ini akan lebih membukakan mata kita tentang prasangka dan bagaimana kita memandang sesuatu ketika sudut pandang yang kita gunakan kita putar balik.

Run, Melos!/Hashire, Melos! (Episodes 9-10)

"Is it more painful to wait, or to keep someone wait?"
This is a goodbye...

Salah satu karya besar Dazai Osamu yang diterbitkan pada tahun 1940. Dikatakan karya ini dibuat berdasarkan hutang Dazai Osamu. Citra penulisan karya yang satu ini sangat berbeda dengan "Ningen Shikkaku". "Hashire, Melos!" mempunyai nuansa cerah yang memang mencerminkan apa yang ingin disampaikan Dazai pada saat itu.
Takada Sensei, seorang penulis sandiwara dan novel yang cukup disegani. Suatu saat ia mendapatkan tawaran untuk membuat sebuah skenario dari pertunjukan sandiwara yang berjudul "Run, Melos!". Sandiwara ini mengambil setting di Yunani dan inti ceritanya adalah persahabatan. Takada Sensei tidak menyukai cerita seperti ini, tapi ia memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut.
Melos adalah pemeran utama dalam sandiwara ini. Diceritakan Melos menjadikan Selinuntius, satu-satunya sahabatnya, sebagai jaminan dirinya untuk menunda hukuman matinya selama tiga hari. Melos berjanji akan kembali dalam rentang waktu tersebut, jika dia tidak kembali maka Selinuntiuslah yang akan dihukum mati sebagai ganti Melos. Selama menulis naskah sandiwara ini, Takada Sensei teringat dengan satu-satunya, sahabat terbaiknya yang pernah ia punya dalam hidupnya.
Satu-satunya sahabatnya yang mengkhianatinya sedalam-dalamnya. Joshima, nama sahabatnya itu. Semenjak perpisahannya yang menyakitkan dengan Joshima, Takada Sensei tidak percaya lagi dengan persahabatan. Rasa sakit yang dirasakannya akibat pengkhianatan Joshima ini semakin menjadi-jadi ketika dia melihat kisah ini diceritakan kembali dalam naskah sandiwara "Run, Melos!" yang sedang dikerjakannya.
Joshima selalu ada di hatinya. Takada Sensei percaya bahwa selama ia terus menulis, ia akhirnya dapat bertemu kembali dengan Joshima. Di saat sandiwara "Run, Melos!" mendekati akhirnya, istri Joshima memberi Takada Sensei sebuah berita yang akan merubah semua rasa sakit hatinya selama ini menjadi sesuatu yang lebih indah untuk dikenang...
"In any case, there was no need to wait anymore. That was the most painful thing."

The Spider's Thread/Kumo no Ito (Episode11)

"Then what does it mean to be alive? There's nothing great about living in a world like this."
The spider's thread of salvation?

Karya Ryunosuke Akutagawa yang diterbitkan pada tahun 1918 saat Akutagawa berusia 27 tahun. Kumo no Ito adalah karya yang mendapat banyak pujian yang ditujukan untuk anak-anak.
Kandata, seorang pembunuh keji yang sangat menikmati setiap pembunuhan yang dilakukannya, melakukan rangkaian pembunuhan di saat kaisar mengadakan festival besar-besaran. Diantara teriakan penuh suka cita, teriakan orang-orang yang dibunuh Kandata tak lagi terdengar. Kandata mengkonfrontasi kaisar di atas kereta paradenya. Ini membuatnya dikejar oleh para pengawal kaisar.
Dalam pelariannya Kandata ditusuk oleh seorang anak yang ibunya ia bunuh saat parade kaisar sedang berlangsung. Tak disangka, tusukan itulah yang menggiring Kandata ke akhir hidupnya. Karena kehabisan darah, Kandata tidak bisa melarikan diri jauh dari para pengawal yang mengejarnya. Tapi dia sempat melakukan sebuah "kebaikan" di saat-saat akhir hidupnya: membiarkan seekor laba-laba tetap hidup.
Hidup Kandata berakhir dengan dipasung dan dibakar oleh sang kaisar. Seperti yang sudah diprediksi, Kandata terjatuh ke dalam neraka. Kandata sangat ketakutan berada di sana. Di saat dia sudah sangat lelah, tiba-tiba di depannya ada benang laba-laba yang bisa menyelamatkannya dari neraka. Benang laba-laba hasil "kebaikan"nya. Kandata terus menerus memanjat benang itu, tapi...

Hell Screen/Jigoku Hen (Episode 12)

"This... is the true face of this world."
This is what my land really is...

Jigoku Hen adalah karya Ryunosuke Akutagawa yang menceritakan kisah hidup Akutagawa sendiri. Diterbitkan di tahun yang sama dengan "Kumo no Ito". Menceritakan seorang lelaki yang mengabdikan hidupnya untuk seni.
Yoshihide adalah seorang seniman yang sangat hebat. Dia mengabdikan hidupnya untuk seni. Kota yang dia tinggali diperintah oleh seorang tiran yang sangat kejam. Yoshihide selama hidupnya selalu melayani kehendak dari penguasa itu meskipun hatinya dipenuhi dengan rasa jijik yang luar biasa.
Dia selalu diminta oleh sang raja untuk melukis keindahan dari sang raja dan negerinya. Tapi Yoshihide tidak pernah melihat keindahan-keindahan itu. Suatu saat, sang raja memerintah Yoshihide untuk melukis seluruh ruangan tempat penyimpanan mayatnya kelak dengan pemandangan kota yang ia perintah sekarang.
Sang raja memerintahkan Yoshihide untuk melukis "keindahan" negerinya. Tapi apa yang Yoshihide lihat dari negerinya hanyalah neraka dan neraka. Dia merasa tidak akan bisa melukiskan "keindahan" yang diinginkan sang raja. Yoshihide akhirnya melukis ruangan itu dengan apa yang benar-benar ia lihat dari negerinya.
Karya seni terakhir dan terhebat Yoshihide untuk sang raja adalah... NERAKA!

My Opinion
Aoi Bungaku, anime yang benar-benar membukakan mataku. Banyak hal yang aku pelajari dari sini. Cara masyarakat memandangku, caraku memandang diriku sendiri, cara kita memandang hidup kita, cara kita memandang orang lain, cara orang lain memandang kita dan cara kita memutuskan apa yang harus kita lakukan dengan hidup kita.
Aku merasa beruntung bisa mengenal agama yang aku anut saat ini. Setidaknya aku mempunyai aturan dan panduan yang sudah sangat jelas tentang apa hidupku ini. Jika tidak, aku mungkin bisa jadi salah satu pelaku dari kisah-kisah dalam karya sastra di atas.
Dazai Osamu, yang merasa dirinya tidak bisa diterima oleh masyarakat dan terus menerus harus bersandiwara selama hidupnya hanya demi memuaskan pandangan masyarakat terhadap dirinya merasa begitu tersiksa dan putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Keindahan bunga sakura yang banyak dirasakan oleh orang-orang bisa jadi adalah sebuah pemandangan yang sangat mengerikan bagi seseorang ketika dia melihat hal yang sangat mengerikan terjadi di depan matanya saat bunga sakura bermekaran.
Prasangka yang berlebihan akan membuat orang-orang di sekitar kita menderita sangat dalam.
Persahabatan adalah sesuatu yang sangat luar biasa dalam kehidupan. Kepercayaan pada seorang sahabat bisa saja memudar, tapi aku percaya persahabatan sejati itu ada.
Kejahatan dan kebaikan adalah dua sisi dari kehidupan yang sadar atau tidak selalu kita lakukan tiap harinya. Surga atau nerakakah?
Membohongi diri sendiri dan orang banyak adalah hal yang tak termaafkan sampai kapan pun. Lukiskanlah sesuatu yang benar-benar ada ketika memang kita diminta untuk melakukannya. Karena keindahan yang diinginkan kadang hanyalah imajinasi.
Esensi dari anime ini bisa aku rangkum dalam sebuah kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah buku yang kurang lebih berbunyi:

"Kamu tidak akan pernah bisa benar-benar merasakan apa yang seseorang rasakan sebelum kamu merasakan sendiri apa yang ia alami dan hidup dengan cara ia hidup."


Source: Aoi Bungaku Series anime, Aoi Bungaku Series - MyAnimeList.net, Aoi Bungaku - Wikipedia, the free encyclopedia and my point of view

Friday, January 27, 2012

[JMovie/Review] Summer Wars (サマーウォーズ)

Welcome to The Land of OZ...

Siap menjelajah OZ?! Buat avatarmu sekarang!!! XD
Satu lagi movie keren garapan Madhouse yang bikin saya merinding! Setelah terkesan sangat dalam dengan The Girl Who Leapt Through Time saya kembali dibuat terpesona dengan J-Movie yang satu ini! Well... Summer Wars is not just another war...

Summer Wars
Theatrical Release Poster

Directed by         Mamoru Hosoda
Produced by         Nozomu Takahashi
                                Takuya Ito
                                Takashi Watanabe
                                Yuichiro Saito
Screenplay by Satoko Okudera
Story by                 Mamoru Hosoda
Starring                 Ryunosuke Kamiki
                                Nanami Sakuraba
                                Mitsuki Tanimura
                                Sumiko Fuji
Music by               Akihiko Matsumoto
Cinematography Yukihiro Masumoto
Art Directed by Youji Takeshige
Editing by            Shigeru Nishiyama
Studio                  Madhouse
Distributed by Warner Bros. Pictures
Release date(s) August 1, 2009
Running time     114 minutes
Country              Japan
Language          Japanese
Box office          US$18,353,560

The Plot
Kita belum kalah!
Selamat datang di OZ! Dunia virtual dimana semua orang bisa menikmati waktu mereka sesuka hati mereka! OZ bukan hanya dunia virtual biasa, tapi OZ adalah representasi dari dunia nyata kita. Lebih tepatnya OZ mengendalikan dunia! Semua sistem yang ada dapat dikendalikan dari OZ! Buat avatar sesukamu dari pilihan tak terhingga yang disediakan di OZ! Mau berbelanja, makan, minum, bayar pajak ataupun bertarung, semuanya bisa dilakukan disini! Kamu bisa mengakses OZ dari mana saja. Komputer, handphone, bahkan televisi! Dan yang paling hebat, di OZ kamu bisa berkomunikasi dengan siapa saja! Bahasa bukan lagi halangan!

Kenji Koiso, seorang murid SMA yang sangat jago dalam matematika bekerja sebagai part-timer moderator di OZ bersama temannya Takashi Sakuma.
Avatar Takashi dan Kenji di OZ
Di tengah musim panas mereka dikejutkan oleh tawaran "pekerjaan" dari Natsuki Shinohara. Mereka berdua tentu saja tertarik dengan tawaran ini. Tapi sayangnya Natsuki hanya membutuhkan satu orang. Akhirnya, setelah harus mengaku kalah dalam permainan kertas-gunting-batu, Takashi harus merelakan Kenji mengambil "pekerjaan" itu.
"Pekerjaan" yang ditawarkan Natsuki ternyata adalah berpura-pura menjadi tunangannya! Dia mengajak Kenji untuk menghadiri ulang tahun ke-90 dari nenek buyutnya, Sakae Jinnouchi, di Ueda.
I want to live in a place like this!!! XD
Setibanya di resort Klan Jinnouchi di Ueda, Kenji bertemu dengan kerabat-kerabat Natsuki yang... sangat banyak!
Makan malam bersama keluarga besar!^^
Klan Jinnouchi adalah keturunan dari samurai yang menantang Klan Tokugawa di tahun 1615. Disini Kenji juga bertemu dengan Kazuma Ikezawa, sepupu Natsuki yang belakangan diketahui adalah pemilik avatar keren yang bernama King Kazma, duelist handal di OZ.
Bocah keren! Hahah!

Avatarnya juga ga kalah keren kan? Hm...
Pertemuan keluarga ini dikejutkan dengan kehadiran Wabisuke Jinnouchi, seorang ahli komputer yang merupakan paman angkat Natsuki yang tinggal di Amerika selama 10 tahun. Natsuki ternyata naksir sama paman angkatnya ini! Kenji yang merasa tidak nyaman semenjak kedatangan Wabisuke (maklum...tugasnya kan jadi "tunangan" Natsuki) merasa menyesal datang ke pertemuan keluarga ini. Ketika Kenji sedang berusaha untuk tidur, dia tiba-tiba menerima pesan yang berisi deretan nomor dari seorang pengirim yang memintanya untuk memecahkan kode deretan nomor tersebut. Kenji dengan antusias memecahkan kode itu dan mengirim jawabannya. Pagi harinya, Kenji tiba-tiba dikejutkan dengan tuduhan dirinya yang menjadi pelaku kejahatan di televisi! Berita yang ditayangkan menyebutkan avatarnya di OZ menghack maintenance system OZ dan mengacaukan OZ! 
Avatar Kenji yang sudah di-hack
Kenji yang penasaran dengan apa yang terjadi menghubungi Takashi. Akhirnya diketahui bahwa kode yang diterima Kenji tadi malam adalah password (yang sebenarnya tidak mungkin untuk dipecahkan) ke maintenance server OZ dan seseorang menggunakannya untuk mengacaukan OZ! Takashi membantu Kenji untuk masuk ke OZ dengan menggunakan avatar yang ditemukannya. Setelah berhasil masuk ke OZ, Kenji langsung berkonfrontasi alias berbicara dengan avatarnya yang sudah di hack tersebut. Tapi akhirnya dia malah babak belur. Beruntung King Kazma hadir untuk membantu, disinilah pemilik avatar ini akhirnya diketahui (si bocah keren Kazuma!hahah) tapi akhirnya King Kazma pun kalah.
Love Machine yang sudah menelan banyak account OZ
Takashi akhirnya berhasil mengetahui jika yang menghack OZ adalah Love Machine, kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang memang diprogram untuk hacking.
Akhirnya keterlibatan Kenji diketahui oleh keluarga besar Natsuki, Kenji ditahan oleh Shota Jinnouchi, tapi akhirnya kembali lagi ke resort karena kemacetan yang luar biasa. Ternyata Love Machine terus menerus menimbulkan kekacauan yang semakin besar. Love Machine mengacaukan sistem lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa, mengacaukan GPS, juga sistem panggilan darurat dan masih banyak lagi. Infrastruktur OZ dikacaukan habis-habisan oleh Love Machine. Kekacauan luar biasa yang terjadi ini mengakibatkan banyak kerabat Natsuki yang terjebak dalam keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk pulang ke Ueda untuk merayakan ulang tahun Saeki Jinnouchi.
Saeki yang menyadari keadaan darurat ini sebagai perang langsung menghubungi kenalan-kenalannya yang sangat berpengaruh di Jepang dan juga para kerabatnya untuk memotivasi mereka untuk melakukan yang terbaik di tengah kekacauan yang merajalela ini. Melihat nenek buyut Natsuki yang berusaha keras ini Kenji menjadi lebih semangat untuk menaklukan Love Machine, dan akhirnya dia berhasil menstabilkan infrastruktur OZ. Kerabat-kerabat Natsuki pun akhirnya bisa datang ke Ueda.
Spoiler Alert!
Wabisuke akhirnya mengaku sebagai pencipta Love Machine dan dia sudah menjualnya pada pemerintah AS. Saeki menegur Wabisuke dengan sangat keras. Ini membuat Wabisuke memutuskan untuk meninggalkan resort.
Kenji diminta Saeki untuk menjaga Natsuki saat mereka memainkan Hanafuda Koi-Koi (permainan kartu tradisional jepang). Pagi hari setelah kejadian ini Saeki ditemukan telah meninggal. Ini membuat Klan Jinnouchi sangat sedih. Diketahui bahwa ternyata Saeki menderita angina dan selama ini kondisinya dipantau melalui OZ oleh anak tertuanya, Mansaku. Tapi akibat kekacauan di OZ yang ditimbulkan Love Machine, Mansaku tidak dapat memantau kondisi penyakit ibunya lagi karena monitor jantungnya di OZ telah dinonaktifkan.
Setelah masa berduka yang cukup singkat, Kenji dan banyak anggota Klan Jinnouchi memutuskan untuk mengalahkan Love Machine menggunakan taktik yang digunakan Klan Jinnouchi saat menghadapi Klan Tokugawa. Perlawanannya didukung oleh supercomputer berukuran sangat besar yang harus didinginkan oleh berbalok-balok es untuk menjaganya dari overheat. Mereka mengajak Love Machine bertarung dengan King Kazma dan akhirnya berhasil memerangkap Love Machine. Tapi sayang, karena supercomputer-nya tiba-tiba overheat (karena es-es batunya dipindahkan oleh Shota ke tempat pembaringan Saeki... XD) perangkap ini pun hancur berkeping-keping dan kurang lebih 400 juta account OZ diseluruh dunia akhirnya dikendalikan oleh Love Machine. Love Machine akhirnya mengendalikan Arawashi, satelite pengamat asteroid, untuk menabrak pembangkit tenaga nuklir. Di saat yang sama, Natsuki menemukan wasiat Saeki yang meminta Klan Jinnouchi menerima kembali Wabisuke di kehidupan mereka. Semua anggota Klan Jinnouchi yang menganggap ancaman Love Machine sebagai permainan belaka akhirnya sadar akan ancaman yang sangat serius yang ditimbulkan Love Machine. Dari sudut pandang Love Machine, yang dilakukannya mungkin hanya bermain, tapi bagi umat manusia di dunia, permainannya sangat menghancurkan. Kazuma yang berusaha untuk menghentikan Love Machine juga account-nya akhirnya dikuasai oleh Love Machine.

Love Machine yang mengendalikan 400 juta account termasuk King Kazma



Natsuki akhirnya berhasil menghubungi Wabisuke dan memintanya kembali.

Kenji mempunyai ide untuk mengambil alih account-account yang dikendalikan oleh Love Machine yaitu dengan mengajaknya memainkan Hanafuda Koi-Koi lewat avatar Natsuki dan seluruh Klan Jinnouchi.
Hanafuda Koi Koi
Sementara Love Machine dialihkan perhatiannya lewat permainan itu, Wabisuke berusaha untuk membongkar Love Machine. Natsuki menang berturut-turut dan berhasil merebut sebagian kecil account yang sudah dikendalikan, tapi karena konsentrasinya teralihkan, dia hampir saja kehilangan "kemenangan"nya.
Avatar Natsuki
Tapi dengan bantuan para pemilik account OZ yang tersisa diseluruh dunia, Natsuki berhasil mengambil alih seluruh account yang dikendalikan oleh Love Machine dan mengalahkan Love Machine.
Avatar Natsuki setelah di upgrade oleh OZ's Guardian Angel
Sisa-sisa yang tertinggal dari Love Machine akhirnya mengalihkan Arawashi untuk menabrak resort Klan Jinnouchi! Kenji berusaha untuk mengalihkan kode GPS Arawashi tapi terus-terusan gagal karena gangguan Love Machine. King Kazma, yang berhasil dipulihkan akhirnya bisa mengalahkan Love Machine sehingga Kenji bisa mengubah arah Arawashi di saat-saat terakhir! Beruntung Arawashi akhirnya bisa dialihkan dan hanya merusak sebagian kecil dari resort tersebut. Berkat tubrukan Arawashi mata air air panas mengalir deras di resort ini sekarang. Akhirnya pesta ulang tahun Saeki sekaligus perayaan kemenangan dari Love Machine berhasil diselenggarakan dan Kenji berhasil menyatakan cintanya pada Natsuki. XD

My Opinion
Meskipun awalnya tidak tertarik dengan J-Movie yang satu ini karena judulnya yang terkesan "biasa" akhirnya saya harus bertekuk lutut pada pesonanya. Hahah.
Gambar animasi yang ditampilkan sangat halus dan memukau. Didukung oleh musik yang mengalun indah. Madhouse memang benar-benar jago! Hoho...
Summer Wars menampilkan perpaduan yang sangat indah antara dunia virtual dan dunia analog. Mungkin suatu saat nanti dunia virtual seperti OZ akan benar-benar ada dan menjadi tempat yang sangat penting untuk seluruh manusia di dunia!
Ingin sekali rasanya benar-benar mempunyai account OZ! Kebebasan komunikasi yang ditawarkan membuat saya benar-benar terpana.
Masalah yang ditampilkan di movie ini yang bersumber dari dunia virtual yang berdampak hebat pada dunia analog saya harap bisa membuka mata orang yang menganggap remeh hal-hal seperti ini. Karena ancaman dari dunia virtual, seperti internet, bukanlah lelucon bahan tertawaan di dunia nyata.
Muatan tentang keluarga juga disampaikan dengan sangat menyentuh. Saya benar-benar terperangah dengan kedekatan Klan Jinnouchi. Keluarga besar yang sangat harmonis dan bisa berinteraksi secara wajar dan hangat antar anggota keluarganya. Terus terang hal ini membuat saya sangat iri terutama pada adegan makan malam bersama yang sangat ramai. Karena saat ini, kehangatan keluarga sulit untuk dirasakan meskipun dalam keluarga kecil.
Jelas sudah J-Movie yang satu ini sudah masuk dalam jajaran film-film terbaik yang pernah saya tonton.
Bagaimana readers? Tertarik untuk menjelajahi OZ di Summer Wars? ~.^

Source: Summer Wars - Wikipedia, the free encyclopedia and my personal archive.